Dilaporkan, ada tiga orang pelaku yang terlibat dan bahkan salah satu dari mereka sempat melepaskan tembakan dengan senapan Kalashnikov. Para pelaku teror rupanya sudah menargetkan bakal meledakkan pintu masuk penumpang di bandara Ataturk. Dipandang merupakan aksi teror terencana, sejauh ini dugaan para pelaku bom adalah dari kelompok separatis Kurdi ataupun organisasi ekstrimis ISIS.
Bandara Ataturk memang sudah lama menjadi lokasi rawan aksi teror. Kini pesawat- pesawat pun harus terjebak di landasan pacu Ataturk dan belum berani terbang. Kendati sudah ada mesin pemindai sinar X di setiap pintu masuk penumpang, tetapi sistem keamanan yang memeriksa kendaraan masihlah minim, seperti dilansir BBC.Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pun langsung mengutuk serangan teror bom bunuh diri ini. Kini penerbangan dari dan menuju bandara Ataturk tengah dihentikan sementara. Kondisi di bandara pun cukup kacau dan genting. Taksi-taksi bandara langsung bergantian menuju rumah sakit membawa korban bom.
Dua orang saksi yang merupakan turis Afrika Selatan, Paul dan Susie Roos berkomentar, "Kami hendak pulang ke Cape Town. Dari terminal kedatangan kami menuju terminal keberangkatan. Saat naik eskalator, kami mendengar suara tembakan. Lalu ada orang yang berkeliaran dengan pakaian serba hitam sambil membawa senapan."
Aksi teror di bandara Ataturk ini hanya terjadi beberapa bulan setelah serangan di bandara Sabiha Gocken, Istanbul. Dalam serangan bulan Desember 2015 itu, kelompok separatis Kurdi mengaku bertanggung jawab. Tentu saja serangan di bandara Ataturk ini lagi-lagi menampar industri pariwisata Turki yang semakin buruk sejak banyaknya masalah keamanan di sana. Semoga tak ada aksi serupa terulang ya.

